Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Mei, 2009

SUSUNAN PENGURUS HARIAN

Setelah terpilihnya Rois Syuriyah KH. Abdul Kholiq Syifa’ dan Ketua Tanfidziyyah Yasmuri S.Pd, M.Pd.I Serta terbentuknya Anggota Formatur pada Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bantul pada tanggal  26 April 2009, maka pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2009 Dilaksanakanlah sidang Formatur yang terdiri dari 9 orang anggota. Pada Sidang tersebut telah menghasilkan keputusan tentang Susunan Pengurus Harian Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Bantul Masa bakti 2009 – 2014. Adapun Susunan Pengurus sbb:

SUSUNAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA

KABUPATEN BANTUL MASA HIDMAH 2009 – 2014

.

.

I.  MUSYTASAR

1. KH. Hasyim Syafi’i

2. KH. R. Najib Abdul Qodir Munawwir

3. KH. Nurhadi  Abdullah

4. KH. Ahmad Zabidi Marzuqi

5. KH. Djunaidi

6. KH. Husnan

7. KH. Khudlori Abdul Aziz

8. KH. Nahrowi

9. KH. Aziz Umar

10. KH. Tohayadi

11. KH. Drs. Suharto Djuwaini M.Pd.I

.

.

II. SYURIYAH

.

ROIS

KH. Abdul Kholiq Syifa’

Wakil Rois

Dr. H. Dadan Muttaqin, S.H, M.Hum.

KH. Muhtarom Idris

KH. Drs. Habib Abd Syakur, M.Ag

K. Drs Murtanda

KH. Ihsanudin, LC

.

KATIB

H. Ahmad Murod, S.Ag

KH. Drs Muhtarom Busyro

H. Nadhif, M, Si

.

.

III. TANFIDZIYYAH:

.

KETUA

Yasmuri, S.Pd, M.Pd.I

Wakil Ketua

Fathurrohim, S.Ag

H. Baharudin, S.Pd

Dr. H. Habib Kamil M.Ag

Dr. H. Hilmi Muhammad,

Drs. Riyanto, M.Hum

.

SEKRETARIS

H. Aidi Johansyah, S.Ag

Ahmad Fauzi, S.Ag

Drs. Marhadi Fuad M.SI

.

BENDAHARA

Nur Hidayat Shodiq

H. Ahmad Widodo, S.H

Drs. H.M.Dawam

Read Full Post »

ahdlatul Ulama (NU) mulai melupakan tambang emas yang sejak lama telah menjadi keunggalan komparatif dan kompetitifnya. Tambang emas dimaksud adalah pesantren.

“NU mulai melupakan akan tambang emas yang berada di tangan,” kata KH Faiz Syukron Makmun MA saat berbicara dalam halaqah pendidikan di Pondok Pesantren Darul Muttaqien Parung, Bogor, Jawa Barat, Ahad (10/5).

Menurut Faiz tindakan melupakan tambang emas dapat ditunjukkan dengan mulai hilangnya orientasi pesantren.

“NU terlalu depan mengambil pangsa pasar pendidikan formal. Keberadaan pesantren terutama yang bercorak tradisional secara perlahan mulai dilupakan,” kata putra KH Syukron Makmun itu.

Fenomena tersebut, menurut Faiz, bila terus didiamkan akan membuat NU kehilangan peran transformasi sosial. “NU memiliki hubungan emosional yang sangat kuat dengan pesantren, karena itu NU harus pekat terhadap masalah ini,” katanya.

Halaqah pendidikan itu sendiri digagas oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Institut Pertanian Bogor (IPB) diikuti sejumlah pimpinan pondok pesantren dan tokoh pendidikan dari berbagai perguruan tinggi terkemuka.

Narasumber yang hadir antara lain Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid, Pengasuh Pesantren Darul Muttaqien Bogor Drs KH Mad Rodja Sukarta, Guru Besar IPB Prof Dr Cecep Kusmana MS, Ketua Pengurus Besar NU KH Masdar Farid Mas’udi MA dan Rektor Universitas Islam 45 (UNISMA) Bekasi Dr Nandang Najmul Munir.

Halaqah yang dipandu oleh oleh pentolan KMNU IPB Ahmad Fahir ini juga dihadiri dan Dewan Pakar Pesantren Al-Falakiyyah an-Nahdliyyah Pagentongan Bogor yang juga Guru Besar IPB Prof Dr Surjono Hadi Sutjahjo MS, dan pengasuh Pesantren Al-Karimiyyah Kota Depok KH Ahmad Damanhuri MA

Read Full Post »